Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

AYAT - AYAT SETAN YAHUDI (Ayat ke-1 Dari 24 Ayat)

 AYAT  I


        "Kebenaran itu benar dalam kekuasaan atau kekuatan.  Kemerdekaan hanya sebuah wawasan.  Liberalisme. Emas.  Keyakinan.  Pemerintahan sendiri.  Pemupukan modal.  Musuh dalam negeri.  Rakyat jelata.  Anarki.  Politik lawan moral.  Hak orang kuat.  Langkah-langkah membenarkan tujuan akhir.  Rakyat jelata: seorang yang buta.  ABC politik.  Perselisihan partai bentuk penguasaan yang sangat menguntungkan.  Depotisme.  Alkohol.  Klakisme.  Korupsi.  Prinsip dan aturan pemerintah Yahudi-Masonis.  Teror.  'kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan'.  Prinsip pemerintahan Dinasti.  Penghapusan hak-hak prevelege orang Aristokrat Goy (non-Yahudi).  Aristokrasi baru.  Kalkulasi psikologis.  Kekaburan tentang 'kemerdekaan'.  Kekuatan untuk

Jumat, 22 Juni 2012

Awas Virus pagesinxt.com

Virus pagesinxt.com

Awas Virus pagesinxt.com, Blog Ane kemasukan virus kayanya sih gara2 memasukan kode "icon smile" di kotak edit template.  Untung ada postingan dari http://basistik.blogspot.com Sekarang dah sembuh. Mkasih Bro !!!

Sabtu, 25 Februari 2012

Polisi Ganteng Syuting di Bukan Empat Mata dan Hitam Putih

Polisi Ganteng Syuting di Bukan Empat Mata dan Hitam Putih.


Fenomena polisi ganteng Bripda Saeful Bahri terendus sampai ibukota. Selain sejumlah wartawan infotainment yang setiap hari berdatangan ke Mapolrestabes Bandung untuk mewawancarai, jadwal syuting beberapa tayangan di televisi sudah menanti.
"Minggu depan sudah ada beberapa jadwal syuting ke Jakarta. Yang sudah fiks, Bukan Empat Mata sama Hitam Putih. Sekarang Bahri lagi menghadap Pak Kapolrestabes dulu," kata Kasat Sabhara (Dalmas) Polrestabes Bandung AKBP Yully Kurniawan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (24/2/2012).

Sabtu, 29 Oktober 2011

Nantikan Purnama Jupiter Besok Malam


Warga Indonesia, bersiap-siaplah menanti purnama Jupiter yang akan terjadi pada besok malam, Jumat (28/10/2011). Purnama planet terbesar di Tata Surya ini akan bisa dilihat oleh seluruh warga Indonesia.
"Ini akan terjadi sepanjang malam. Jupiter akan bersinar terang, mencapai magnitude kurang lebih -2,8. Warga kota pun bisa melihatnya walaupun ada polusi cahaya," kata Hakim L Malasan, Kepala Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung.
Hakim menjelaskan, purnama Jupiter dalam astronomi dikenal dengan istilah oposisi. Oposisi adalah kondisi di mana Jupiter berada pada jarak yang paling dekat dengan Bumi. Jarak Bumi-Jupiter saat oposisi adalah 629 juta km, sekitar 300 juta km lebih dekat dari jarak terjauh yang bisa dicapai.

Rabu, 31 Agustus 2011

Satu Lagi Pembunuh Mahasiswi Binus Ditangkap


Livia Pavita Soelistion (alm.), mahasiswi Binus (Facebook)
VIVAnews - Satu dari dua buronan tersangka pembunuh mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus) Livia Pavita Soelistio, ditangkap petugas Polres Metro Jakarta Barat. Menurut Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar Stija Junianta, dia ditangkap di sebuah kawasan di Jakarta Barat pada Sabtu kemarin, 27 Agustus 2011, oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya.

"Kami tangkap satu lagi pelaku, menjelang subuh kemarin," ujar Setija di Jakarta, Minggu.
Dari hasil pemeriksaan sementara, orang itu mengaku membekap dan memegangi Livia hingga tewas saat aksi perampokan dilakukan. Belum bisa dipastikan, apakah dia juga yang meperkosa perempuan malang itu.

"Nanti akan kami cek dan konfrontir, karena belum mengaku. Tunggu saja sampai pelaku tertangkap semua," kata Setija.

Seperti diketahui, Livia dilaporkan hilang sejak 16 Agustus 2011 ke Kepolisian Sektor Kebon Jeruk, Jakarta Barat, oleh kedua orangtuanya.

Dari pengakuan para tersangka yang ditangkap lebih dulu, mereka memang sudah mengincar dan mempersiapkan diri untuk merampok wanita yang naik angkot mereka. Malang tak dapat ditolak, Livia naik angkot berisi keenam penjahat itu.

Livia adalah mahasiswi Universitas Bina Nusantara Jurusan Sastra Mandarin angkatan 2007. Terakhir kali ia berangkat ke kampusnya di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, untuk mengikuti ujian skripsi.

Polisi sendiri membentuk tim gabungan untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. Hingga kini polisi sudah berhasil menangkap lima dari enam pelaku. Salah satu pelaku adalah seorang residivis yang telah divonis hukuman dua tahun penjara. (kd)

Kamis, 14 Juli 2011

Liberal Lebih Iblis daripada Iblis


Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA
Ketua umum DPP Front Pembela Islam

Pada hari Selasa 22 Februari 2011, KH. Hasyim Muzadi saat menjadi keynote speaker dalam acara Harlah NU ke-88 yang digelar PWNU Jawa Timur di Surabaya, beliau menyatakan dengan santai tanpa beban bahwa Liberal Indonesia kalau ke Amerika masih dianggap ”kurang kafirnya”, para peserta pun tertawa mendengar gurauan tersebut. Satu canda yang dalam sekali, bahkan bagi saya dan kawan-kawan FPI yang ikut hadir sebagai undangan, itu bukan sekedar guyonan, tapi satu pukulan telak dan tusukan mendalam yang memposisikan Liberal di tempat yang semestinya. Vonis kafir untuk Liberal bukan serampangan tak berdasar. Dan Fatwa sesat dari MUI terhadap Liberal bukan ijtihad sembarangan. Serta kesimpulan bahwa Liberal adalah musuh besar Islam bukan kesimpulan berantakan. Begitu pula pernyataan bahwa Liberal lebih Iblis dari pada Iblis bukan pernyataan asal-asalan. Akan tetapi semua itu sudah melalui proses pengkajian mendalam, cermat dan teliti terhadap semua produk pemikiran Liberal, baik di tingkat nasional mau pun internasional.

Melalui tulisan yang lalu, saya sudah memaparkan bahwasanya Liberal merupakan gabungan berbagai virus yang mematikan akal dan nalar serta membunuh iman, yaitu virus-virus Relativisme, Skeptisisme, Agnostisisme dan Atheisme, yang mengakibatkan komplikasi dari berbagai penyakit pemikiran yaitu Pluralisme, Sekularisme, Materialisme dan Rasionalisme, yang secara berurut bisa disebut sebagai kanker pemikiran stadium satu hingga empat.

Pada tulisan yang lalu juga telah diuraikan rincian laporan Setara Institute tahun 2010 yang sangat anti Islam lengkap dengan halamannya, sebagai bukti bahwa saya tidak sedang berbohong, apalagi memfitnah tentang kesesatan Liberal, sekaligus bukti bahwa saya membaca dengan cermat dan sangat memahami kebobrokan pemikiran Liberal. Kini, sejumlah fakta dan data lain akan saya ungkapkan untuk lebih mempertegas kesesatan Liberal.

Jadi, melalui tulisan tersebut dan tulisan kali ini, saya bukan sedang mencaci-maki Liberal, tapi tepatnya sedang menelanjangi kesesatan dan kebobrokan Liberal, sekaligus menjadi saham perjuangan untuk membela Islam. Insya Allah.

LIBERAL DAN PENODAAN AGAMA

Nashr Hamid Abu Zaid pentolan Liberal asal Mesir, yang telah dikafirkan oleh Ulama Mesir dan divonis Hukum Mati oleh Mahkamah Mesir, lalu melarikan diri ke Barat, di Indonesia justru dinobatkan sebagai Imam Kaum Liberal. Nashr Hamid merupakan rujukan utama Kaum Liberal dari kalangan yang mengaku ”Muslim Liberal”. Dalam buku karyanya yang berjudul Naqd Al-Khithaab Ad-Diinii, Nashr Hamid menyimpulkan bahwa semua ayat tentang hal-hal yang yang Ghaib seperti ‘Arsy, Al-Kursiy, Lauh, Qolam, Sorga, Neraka, Jin, Syetan, dsb, hanya merupakan Gambaran Mitologis yang sudah tidak rasional untuk zaman kontemporer. Karenanya, semua ayat tentang Alam Ghaib harus dita’wilkan secara Metafor, sehingga sesuai dengan alam Materialistik dan sejalan dengan Metode Ilmiah Modern. Dengan kata lain bahwa ayat tentang Alam Ghaib mesti dirasionalisasikan, karena agama harus sesuai dengan akal.

Jika semua masalah ghaib dianggap sebagai Mitos (Takhayul), maka konsekwensi ilmiahnya bahwa masalah ketuhanan pun pada akhirnya menjadi Mitos juga, karena justru masalah ketuhanan adalah masalah ghaib yang paling besar. Dan justru ciri utama orang yang muttaqin adalah beriman kepada yang ghaib, seperti beriman kepada Allah SWT, para Malaikat, Hari Qiyamat, Qodho dan Qodar, dsb. (QS.2. Al-Baqarah : 1-4).

Selanjutnya, jika Tuhan sudah dianggap sebagai Mitos maka akan mengantarkan kepada sikap Atheis yang anti Tuhan. Konsekwensi tersebut akhirnya terbukti, dalam Jurnal JUSTISIA yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo pada edisi 26 Th. XI 2004, di kolom Ekpresi dinyatakan bahwa Tuhan hanyalah sebuah Faith Identity (Identitas Keyakinan) bagi sebuah agama, yang kemudian direduksi oleh masing-masing agama dalam nama-nama : Allah SWT, Allah, Yesus, Sidarta Gautama, Yahwe, Brahma, Wisnu, Shiva, Laat, ‘Uzza, dsb. Disitu juga dinyatakan bahwa Atheis bukan anti Tuhan, melainkan anti Mitologi Ketuhanan atau Anti Rumusan Tuhan Tradisonal yang abstrak dan tidak rasional, sehingg perlu ada perumusan ulang tentang Tuhan berdasarkan Rasionalitas.

Jejak Liberal lainnya menunjukkan bahwa Gus Dur dan Cak Nur semasa hidup keduanya dimana-mana selalu mengkampanyekan bahwa semua agama sama dan semuanya benar serta semuanya menyembah Tuhan yang sama. Ulil Abshar di Majalah Gatra 21 Desember 2002 menyatakan bahwa semua agama sama dan semuanya menuju jalan kebenaran, sehingga Islam bukan yang paling benar. Dawam Rahardjo dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia pada Rabu, 25 Januari 2006 di Pekanbaru menyatakan bahwa pindah agama tidak murtad. Luthfi Syaukani di Harian Kompas 3 September 2005 menyatakan bahwa pada gilirannya, perangkat dan konsep agama seperti Kitab Suci, Nabi, Malaikat dan lain-lain tak terlalu penting lagi. Syafi’i Ma’arif dalam Majalah MADINA No.06 / Tahun I, Juni 2008, hal.9, membuat tulisan tentang kesamaan umat Islam, Nashrani dan Yahudi di mata Allah. Jalaluddin Rahmat dalam bukunya Islam dan Pluralisme mengaminkan pendapat bahwa semua agama menyembah Tuhan yang sama. Abdul Munir Mulkhan dalam bukunya Ajaran dan Jalan Kematian Syeikh Siti Jenar menuliskan : ”Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan yang satu itu sendiri, terdiri banyak pintu dan kamar. Tiap pintu adalah jalan pemeluk tiap agama memasuki kamar surganya.”

Selain itu, Nashr Hamid sebagai Gembong Liberal beserta para begundalnya adalah kelompok yang paling getol mengkampanyekan paham-paham Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) yang telah dinyatakan sebagai paham sesat menyesatkan oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.7 Tahun 2005. Dalam rangka untuk mengetahui lebih jauh lagi kesesatan Liberal, maka berikut ini akan dipaparkan secara ringkas tentang kandungan dua buku paling kontroversial dari kalangan Liberal, yaitu : Fiqih Lintas Agama dan Lubang Hitam Agama.

Minggu, 10 Juli 2011

Prita, Jangan Putus Asa...


Anggota Komisi Hukum DPR RI, Eva Sundari dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, meminta Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional tetap melakukan upaya hukum terkait kasusnya. Mahkamah Agung memutuskan Prita bersalah dan divonis enam bulan penjara karena dinilai terbukti melakukan pencemaran nama baik. Hal ini tertuang dalam putusan MA bernomor 822 K/PID.SUS 2010 atas kasus tindak pidana informasi elektronik. Majelis hakim agung yang memutuskan perkara tersebut adalah Zaharuddin Utama, Salman Luthan, dan Imam Harjadi.

"Prita jangan putus asa. Upaya hukum harus dimaksimalkan. Jika perlu, permohonan peninjauan kembalinya dua kali," kata Eva kepada Kompas.com, Sabtu (9/7/2011). Eva berharap, Prita dan kuasa hukumnya menjernihkan perkaranya melalui permohonan peninjauan kembali (PK). Eva berpendapat, putusan kasasi MA terkait pidana kontradiktif dengan putusan kasasi perdata.

Sebelumnya, pada Oktober 2010, MA mengabulkan permohonan kasasi gugatan perdata Prita melawan Rumah Sakit Omni Internasional. Dengan vonis itu, Prita dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi yang diajukan rumah sakit tersebut. "MA mengabulkan permintaan Prita dengan termohon RS Omni Internasional. Putusannya, Nomor 300K/2010," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi, Oktober 2010.

"MA memenangkan Prita pada kasasi perdata. Tapi, pada kasasi pidana, MA mengalahkan Prita. Ini tertib logikanya di mana?" kata Eva.

Politisi ini mengatakan, MA seharusnya menggunakan putusan kasasi perdata sebagai referensi dalam memutuskan kasasi pidana. Tak tertutup kemungkinan, kata Eva, ada koordinasi yang tidak bagus antara kompartemen perdata dan pidana di tubuh MA. "Selain itu, MA juga seharusnya mempertimbangkan gerakan koin Prita oleh masyarakat luas," katanya.

Putusan MA janggal

Secara terpisah, Prita menyebutkan adanya kejanggalan dalam putusa MA tersebut. "Ada kejanggalan dalam keputusan MA terhadap kasus yang pernah saya alami," kata Prita, yang ditemui di kediamannya di Jalan Kucica III Nomor 3 RT 02/RW 11 Blok JG 8, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (9/7/2011).

Prita menilai putusan itu janggal karena sudah selesai sejak setahun lalu, tetapi kini dilanjutkan kembali. Dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri Tangerang ketika itu, ibu tiga anak ini divonis bebas dari hukuman, tetapi saat sidang tertutup yang dilakukan MA, keputusan tersebut berubah. Apalagi, dalam keputusan tersebut Prita divonis pidana kurungan enam bulan penjara. "Keputusan ini jelas membuat saya terpukul bersama keluarga. Apalagi, anak saya yang ketiga akan berusia satu tahun pada 21 Juli," katanya.

Prita mendapat informasi mengenai dilanjutkannya kasus tentang pencemaran nama baik RS Omni dari kuasa hukumnya, Slamet Yuwono. "Sekitar pukul 14.00, saya mendapat telepon dari Pak Slamet Yuwono yang merupakan kuasa hukum bahwa kasus tersebut dilanjutkan kembali," katanya.

Dari hasil pertemuan dengan kuasa hukum, Prita berencana mengajukan PK dengan harapan tidak menjalani hukuman pidana. Meskipun kuasa hukumnya telah mengingatkan bahwa langkah PK yang akan diajukan tidak akan memengaruhi putusan MA. "Saya sangat berharap agar vonis bagi saya ditinjau atas dasar tugas saya sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh anak-anak," katanya.

Hingga saat ini, Prita belum melihat salinan surat dari MA dan belum mengetahui kapan vonis pidana tersebut akan dilaksanakan, termasuk kuasa hukumnya. "Belum ada informasi tentang putusan itu, saya mengetahui dari kuasa hukum dan media," ungkapnya. 

Sumber : Kompas.com

Senin, 23 Mei 2011

AYAT - AYAT SETAN YAHUDI: Sinopsis Dan Pengantar

                                                        Sinopsis

      Ayat2 Setan merupakan terjemahan bebas dari "protocols", sebuah dokumen rahasia milik Yahudi untuk menguasai dunia dan menghancurkan agama. Buku ini ditemukan secara tak sengaja oleh penerjemah disebuah perpustakaan umum Sydney pd thn 1979. Simaklah ke-24 ayat setan ini, yang merupakan langkah pasti untuk menguasai dunia dan menghancurkan agama dgn menghalalkan berbagai macam cara. Banyak hal yg sudah menjadi kenyataan. Dengan mengetahui ayat2 setan Yahudi tersebut, anda dpt menangkal setiap gerak dan langkah Yahudiisme dimanapun anda berada. Silahkan baca.

                                                          Pengantar
 
      Orang Yahudi percaya, mereka itu tuan untuk seluruh dunia.  Tanpa ragu, mereka yakin akan datang hari untuk memperbudak dunia dan menindas agama, diluar Yahudi.  Hal ini tertuang dlm laporan rahasia yg terkenal dgn "Zionis Sages Protocols" atau populer dgn sebutan "protocols" saja dan yg sudah terbit dlm beberapa bahasa. Pada laporan rahasia tersebut, orang Yahudi menyusun cara menaklukan dunia dan menghancurkan agama.  Cara itu sangat provokatif, menggemparkan lingkungan keagamaan, dan bakal merusak sistem dunia internasional.
       Eelia, seorang Rusia, dalam buku "World Yudaism" menuliskan:
       Edisi pertama 'Zionist Sages Protocols' ditulis pd akhir abad XIX yg lalu, diterjemahkan kedalam bahasa Rusia, inggeris, Perancis, jg bahasa lain.  Buku terjemahaan ini akhirnya lenyap.
       Kemudian, seorang ilmuan Rusia bernama Sergei Nylos menjadi orang pertama yg menerbitkan buku pertama yg hampir"hilang" itu dlm bhs Rusiapd thn 1905 dan membubuhkan tanda tangannya.  Padahal konperensi yg melahirkan dokumen tersebut berlangsung pd thn 1897 dgn dedengkot Yahudi Theodore Hertzel memimpin konperensi di Bazel, Swiss.  Konperensi ini dihadiri 300 orang anggota, terdiri atas dokter, ahli hukum, ahli keuangan, dan perdagangan, serta para kohanim yg mewakili 50 Asosiasi Yahudi, baik yg rahasia maupun yg terbuka.
       Konperensi ini membicarakan rencana rahasia dan cara untuk memperbudak dunia dan menindas agama di luar Yahudi.  Dari pertemuan ini, tersusunlah "Zionist Sages Protocols".
       Protocols ini sangat dirahasiakan.  Hanya boleh dipegang, ditelaah, atau diterapkan oleh mereka yg ditunjuk, yakni mereka yg dianggap bijaksana, atau mereka yg dianggap sesepuh saja.  Karena itu, konperensi ini sangat rahasia.
       Demikianlah, seorang wanita asal Perancis berhasil menduduki posisi pemimpin Zionis-Masonis di tempat perkumpulan rahasia itu.  Dari perempuan Perancis inilah yg dirahasiakan itu "beredar" keluar.
       Seorang tokoh dari Rusia Timur menerima Protocols ini.  Setelah membacanya ia menggigil ketakutan karena intisarinya ialah rencana Yahudi yg bermaksud memperbudak dunia.  Timur n Barat akan dikangkangi dgn menggunakan uang n moralitas Yahudi.  Ia segera memberikan kitab  itu kepada rekan Rusianya, ilmuwan, bernama Serge Nylos.
       Membaca kitab ini, seketika Nylos terperanjak! untuk tidak membuat kitab ini terkurung dalam kerahasiaan, Nylos menerbitkannya dlm bhs Rusia pd thn 1905.  Tentu saja ini mengejutkan orang Yahudi.  Dan, pembunuhan terhadap mereka pun terjadi, lebih kurang 10 ribu orang!
       Kejadian berikutnya orang2 Yahudi selalu memborong setiap terbitan buku berisi "ayat2 setan" itu, hingga selalu hilang dari pasaran.  Beruntung sebuah buku berhasil mendarat di Inggeris dan kemudian seorang wartawan menerjemahkannya kedalam bhs Inggeris dan menerbitkannya.  alaupun sampai 5 kali cetak ulang, segera saja ludes di pasaran begitu didistribusikan.  Tahun 1919, "ayat2 setan" ini diterjemahkan kedalam bahasa Jerman dan segera lenyap pula di pasaran. Lantaran pengaruh Yahudi yg kuat pada saat itu.
       Beberapa surat kabar segera menyerang "ayat2 setan" ini.  Di Mesir, Al Risalah n Al Mukattam menyerang habis2an maksud Yahudi Zionis ini pd thn 1948.  Penulis inggeris, John Graig Scotch, menyusun sebuah buku berjudul "The Secret Government in England" yg menyerang mimpi jahat Yahudi itu. Tak cuma itu.  Di Kairo, Muhammad Kalifa el Tunnisi, menyusun pula sebuah buku berjudul "The Danger Of Yudaism" (1951), menelanjangi bahaya "ayat-ayat setan" ini!
       Betapapun, mengkaji pelbagai ayat, isi protocols ini tentu berguna bagi kita.  Bisa saja, tanpa sadar Yahudi sudah merasuk ke dalam kalbu kita.
       Agar waspada terimalah artikel ini dgn hati lapang dan tentu saja dgn harapan dpt mencegah "ayat2 setan" Yahudi di Indonesia.